Warga Belajar PKBM Tunas Pertiwi Blitar Sulap Daun Menjadi Karya Seni Ecoprint yang Bernilai Jual


BLITAR – Kreativitas tanpa batas ditunjukkan oleh warga belajar PKBM Tunas Pertiwi Kota Blitar. Mengambil inspirasi dari kekayaan alam sekitar, mereka berhasil mengubah dedaunan yang dianggap biasa menjadi produk fesyen kelas atas melalui teknik Ecoprint.

Kegiatan pemberdayaan ini bukan sekadar pelatihan hobi, melainkan langkah nyata PKBM Tunas Pertiwi dalam mencetak wirausahawan baru yang peduli pada kelestarian lingkungan.

Mengenal Teknik Ecoprint: Seni di Atas Kain

Ecoprint adalah teknik memberi pola dan warna pada kain menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, batang, atau bagian tumbuhan lainnya. Berbeda dengan batik yang menggunakan malam, ecoprint mengandalkan pigmen warna asli dari tumbuhan yang dikeluarkan melalui proses tertentu.

"Kami ingin warga belajar tidak hanya memiliki ijazah kesetaraan, tetapi juga memiliki skill nyata yang bisa langsung menghasilkan pendapatan. Ecoprint ini unik karena satu kain tidak akan pernah sama persis dengan kain lainnya," ujar salah satu tutor di sela-sela kegiatan.

Proses Pembuatan yang Teliti

Dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan tahapan-tahapan penting untuk menghasilkan karya yang berkualitas:

  1. Mordanting: Proses awal mengolah kain agar warna alami daun dapat terserap dengan maksimal.

  2. Penataan Daun: Peserta menata berbagai jenis daun seperti daun jati, kenikir, atau jarak di atas kain putih sesuai kreativitas masing-masing.

  3. Teknik Steaming (Pengukusan): Kain yang sudah ditata kemudian digulung rapat dan dikukus selama kurang lebih 2 jam untuk mengeluarkan warna daun.

  4. Fiksasi: Proses penguncian warna agar hasil karya tidak luntur saat dicuci.

Peluang Ekonomi dan Ramah Lingkungan

Mengapa memilih Ecoprint? Selain bahan bakunya melimpah di Kota Blitar, produk ecoprint saat ini sedang menjadi tren gaya hidup sustainable fashion (fesyen berkelanjutan). Selembar kain ecoprint yang dibuat dengan hati-hati memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasar kerajinan.

Melalui program pemberdayaan ini, PKBM Tunas Pertiwi berharap para warga belajar dapat memasarkan hasil karyanya secara mandiri, baik melalui pameran lokal maupun melalui platform digital yang saat ini sedang dikembangkan oleh tim tutor.

"Kreativitas adalah modal utama. Dengan memanfaatkan apa yang ada di alam, kita bisa menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga bumi."


Galeri Kegiatan




Penulis: Admin PKBM Tunas Pertiwi

Kategori: Pemberdayaan Masyarakat, Keterampilan

Tag: #PKBMTunasPertiwi #Blitar #Ecoprint #Pemberdayaan #WirausahaMuda


Posting Komentar

0 Komentar